OPEC+ Perpanjang Pengurangan Produksi Minyak sampai 2025

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)+ dan sekutunya sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak mentah sampai 2025.

Mengutip CNBC, Senin (3/6/2024), keputusan itu sejalan dengan sangkaan analis dan delegasi OPEC+. OPEC+ diperkirakan memperpanjang pengurangan produksi yang sudah ada.

Berdasarkan kebijakan sah, koalisi akan memproduksi minyak 39,725 juta barel per hari. Angka hal yang demikian menandai tingkat produksi yang diperlukan masing-masing anggota sebelum menerapkan penyesuaian produksi tambahan dan faktor kepergiaan golongan anggota lama OPEC, Angola pada awal Januari ini.

Berdasarkan ini juga meliputi peningkatan produksi Uni Emirat Arab (UEA) sebesar 300.000 barel per hari, yang akan dikerjakan secara berjenjang mulai Januari 2025 sampai akhir September 2025.

Berdasarkan laporan dari Saudi Press Agency, bagian dari aliansi OPEC+, termasuk pemimpin Arab Saudi dan Rusia, mengatakan akan memperpanjang pemotongan sukarela sebesar hampir 1,7 juta barel per hari yang ditentukan untuk habis masa berlakunya pada akhir tahun ini. Pengurangan ini kini akan diterapkan sepanjang 2025.

Pekan kecil anggota OPEC+ ini juga akan memperpanjang putaran pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari sampai akhir kuartal ketiga tahun ini. Pemangkasan ini mulanya hanya dijadwalkan berlangsung sampai akhir kuartal kedua.

“Jumlah pengurangan sebesar 2,2 juta barel per hari ini kemudian akan dipulihkan secara berjenjang tiap-tiap bulan  https://www.mrwrightsclass.com/ sampai akhir September 2025,” bunyi pernyataan hal yang demikian.

Sejumlah menteri yang mewakili negara-negara yang menerapkan pemotongan sukarela berkumpul di ibu kota Saudi, Riyadh untuk menjalankan pembicaraan pada 2 Juni, bertepatan dengan pertemuan teknis OPEC, OPEC+, dan koalisi yang lebih luas pada hari yang sama.

Dalam sua pers Kekuatan, 2 Juni 2024, Menteri Ia Arab Saudi Abdulaziz bin Salman menekankan, pertemuan ini bukanlah hasil dari ketegangan antar anggota, melainkan bertujuan “untuk mempertimbangkan pihaknya berinteraksi satu sama lain, untuk mempertimbangkan pesan-pesan hal yang demikian dipahami dan disepakati secara komprehensif”.

Sudah mencatat, tidak seperti dua komite kepatuhan dan studi pasar OPEC+ yang ada, golongan yang terdiri dari delapan produsen sukarela ini “tidak wajib dilembagakan..

Permintaan Menonjol Kekuatan

Perhatian golongan ini sudah beralih ke keseimbangan pasokan-permintaan di tengah dimulainya musim mengemudi di musim panas dan selesainya pemeliharaan kilang di importir minyak mentah terbesar di dunia, China.

Pandangan lembaga benar-benar berbeda, dengan Laporan Pasar Minyak Bulanan terkini OPEC Mei memperkirakan kenaikan sebesar 2,25 juta barel per hari pada 2024. Sementara itu, Laporan Pasar Minyak Badan Ia Internasional yang berbasis di Paris pada bulan lalu menampakkan kenaikan permintaan hanya sebesar 1,06 juta barel per hari.

Abdulaziz bin Salman dari Arab Saudi, yang memimpin koalisi OPEC+, mengatakan pada Kekuatan tidak ada “ilmu pengetahuan yang luar biasa” untuk memperkirakan dan mengakui saat laporan OPEC mungkin membuat “penilaian yang lebih tinggi” mengenai permintaan minyak mentah, ada juga “ mereka yang juga mengambil pandangan yang benar-benar pesimistis kepada permintaan.”

Sudah mengucapkan, golongan OPEC+ menjalankan pendekatan kepada pertimbangan pasokan-permintaan dengan hati-hati dan hati-hati, dengan mengatakan mengenai prospek pengetatan pasar yang akan datang. ” akan mempercayainya saat saya memandangnya.”

Para menteri OPEC+ selanjutnya akan bertemu untuk membahas langkah-langkah kebijakan pada 1 Desember.