nyama choma

Nyama Choma Kuliner Khas Zimbabwe Yang Jadi Awal Makanan Modern Negara Di Benua Afrika Ini

Nyama choma adalah hidangan yang sederhana tetapi lezat, yang menggabungkan tradisi memasak daging panggang Afrika dengan sentuhan lokal yang khas. Daging adalah bagian penting dari makanan Zimbabwe. Nyama choma adalah slot spaceman hidangan yang sangat populer, biasanya terdiri dari daging sapi atau kambing yang dimasak dengan rempah-rempah dan disajikan bersama dengan saus pedas.

Hidangan ini menjadi bagian integral dari pengalaman kuliner di Zimbabwe dan negara-negara sekitarnya. Sejarah nyama choma berasal dari tradisi kuliner suku-suku dan komunitas etnik di wilayah tersebut yang telah lama mempraktikkan teknik memasak daging panggang.

Nyama choma sebagian besar merupakan hidangan daging panggang yang disiapkan dengan sederhana, dengan fokus pada kualitas daging itu sendiri dan penggunaan rempah-rempah untuk memberikan rasa yang khas. Hidangan ini umumnya menggunakan daging sapi atau kambing sebagai bahan utama, meskipun dalam beberapa kasus, jenis daging lainnya juga bisa digunakan.

Meskipun nyama choma memiliki akar yang mendalam dalam budaya kuliner Afrika, namanya dan popularitasnya dalam konteks Zimbabwe mungkin telah berkembang selama beberapa dekade terakhir. Di Zimbabwe, nyama choma sering disajikan sebagai hidangan yang meriah di acara-acara sosial, pertemuan keluarga, atau di restoran-restoran yang mengkhususkan diri dalam masakan daging panggang.

Nyama choma biasanya dipanggang di atas bara api atau arang, dan diberi rempah-rempah seperti garam, lada dan bumbu lainnya untuk meningkatkan rasa daging. Hidangan ini sering disajikan dengan sambal atau saus pedas sebagai pelengkapnya.

Baca Juga : Beberapa Kuliner Tradisional Khas Negara Gabon Yang Bisa Kamu Coba

Selain itu, beberapa tempat juga menyajikan potongan daging dengan irisan bawang merah, tomat, dan perasan jeruk lemon untuk memberikan citarasa segar. Negara kecil yang terletak di Afrika bagian selatan ini, memiliki berbagai macam keunikan. Mulai dari wisata hingga kuliner.

Memang tak banyak turis yang mengetahui kuliner khas Zimbabwe. Padahal, negara yang terkenal dengan air terjunnya ini, memiliki kuliner ekstrem yang menjadi favorit masyarakatnya. Jika Anda tengah berlibur atau singgah di Zimbabwe, coba mencicipi makanan terlezat dan terfavorit di negara tersebut. Penduduk Zimbabwe sangat menyukai ‘cacing Mopane’. Jenis makanan ini bentuknya mirip dengan ulat besar dari spesies Belina Gonimbrasia, biasa disebut ngengat kaisar atau Worms. Disebut cacing Mopane karena memakan daun dari pohon Mopane.

Seperti dilansir iNews.id dari Dailymail.co.uk, di Zimbabwe, cacing ini biasa dimakan kering, renyah seperti keripik kentang, atau dimasak basah dengan saus. Cara menghidangkan cacing mopane dengan mengumpulkan cacing di ember, lalu diremas untuk mengeluarkan isi perutnya, dan dikeringkan. Seorang ahli nutrisi dari Zimbabwe, Marlon Chidemo mengatakan, cacing ini memiliki nutrisi yang tinggi dan mengandung tiga kali protein daging sapi.

Selain Cacing Mopane, makanan favorit masyarakat Zimbabwe lainnya adalah Kapenta. Kapenta merupakan ikan berukuran kecil yang menghuni Danau Tanganyika. Untuk mendapatkan hasil yang lebih lezat, ikan digoreng hingga renyah.

Biasanya, kapenta disajikan dengan bubur jagung yang disebut sadza, dalam bahasa Zimbabwe. Kapenta bisa juga dikukus dengan tomat, bawang merah, dan bubuk kacang tanah. Kemudian disajikan dengan sayuran segar. Makan kapenta tidak boleh pakai pisau atau garpu, melainkan dengan tangan langsung. Konon, makanan ini jadi salah satu kesukaan Presiden Robert Mugabe, yang baru-baru ini mundur dari kursi kepresidenan setelah 37 tahun memimpin Zimbabwe.