Menjelajahi Kios Terapung Di Palembang Dengan Banyak Wisatawan

Bisnis liburan kuliner di kota Palembang dimeriahkan dengan liburan sungai Musi. Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua tempat yang smoketothebonebbq.com disebut sebagai tempat Ulu dan Ilir sungai.

Apabila di komponen Ilir banyak Anda jumpai kios-kios makan simpel di atas perahu, maka di komponen Ulu paling tak terdapat satu rumah makan yang cukup bergengsi.

Dua rumah makan yang bergengsi di Ilir merupakan Riverside Restaurant yang benar-benar boleh dikatakan sebagai cafe terapung (floating restaurant). Rumah makan didirikan diatas sungai dengan dinding kaca, sehingga sambil bersantap bisa merasakan gemerlap lampu di Jembatan Ampera.

Lalu terdapat dua rumah makan yang dikelola oleh manajemen yang sama, merupakan Kuto Besak Theatre Restaurant (di komponen Ilir) dan Kampung Kapitan (di komponen Ulu). Ke dua rumah makan ini terdapat di tepian yang berbeda atau terpisahkan oleh Sungai Musi. Pemilik ke dua rumah makan ini memberikan sensasi liburan sungai dengan memberikan tumpangan tidak dipungut bayaran bagi pelanggan yang berada di wilayah Kuto Besak ke seberang atau sebaliknya.

Kuto Besak Theater Restaurant menempati sebuah gedung kuno yang dibangun sekitar tahun 1959 merupakan gedung bekas kantor Polisi Pamong Praja yang memiliki pentas untuk pementasan dan mempersembahkan  makanan Western dan makanan Palembang. Lazimnya ada live band tiap-tiap hari Kamis dan Sabtu. Meski rumah makan Kampung Kapitan memiliki dua variasi ruangan, indoor dan outdoor. Keduanya bisa untuk merasakan keindahan Jembatan Ampera di waktu malam, karena yang indoor juga menggunakan dinding kaca, sehingga tamu yang memilih ruang indoor konsisten bisa merasakan jembatan Ampera dari dalam. Rumah makan Kampung Kapitan mempersembahkan makanan hidangan laut.

Apabila Riverside Restaurant merupakan benar-benar rumah makan terapung, maka di tepi Sungai Musi, Anda juga bisa menemukan Kios Apung Mang Ujuk yang memanfaatkan sebuah perahu lalu dibenahi meja dan tempat duduk yang kira-kira bisa menampung 30 orang.

Kios Apung ini menjajakan tekwan, figur, lenggang goreng, pisang goreng, risoles dan dos. Dos merupakan versi murah dari pempek, karena hanya terbuat dari sagu dan tanpa campuran ikan, harganyapun merakyat hanya seribu Rupiah. Kios Apung ini selalu ramai khususnya pada akhir minggu atau hari libur. Banyak anak muda menghabiskan waktu sambil ngemil makanan ringan di atas perahu.

Anda juga bisa mendapati beberapa kios makan terapung dengan jalan masuk melalui Pasar Ilir 16, kios terapung ini rata-rata menjajakan menu pindang Pegagan, salah satu kuliner andalan Palembang disamping pempek.