Mengenal Falafel, Menu Utama Berbuka Puasa Ala Bangsa Timur Tengah

Mengenal Falafel, Menu Utama Berbuka Puasa Ala Bangsa Timur Tengah

Falafel merupakan makanan tradisional Timur Tengah yang terbuat dari kacang-kacangan yang dihaluskan dan diaduk dengan bumbu-bumbu dan rempah-rempah. Falafel tidak hanya enak dan lezat, tetapi juga menyehatkan karena bahan utamanya adalah kacang-kacangan yang kaya akan protein nabati, serat, vitamin, dan mineral.

Dalam artikel ini, Parboaboa akan membahas sejarah, variasi, dan kandungan gizi falafel, serta bagaimana cara menyajikan makanan ini dengan variasi saus dan bahan tambahan. Mari kita mulai!

Sejarah Falafel

Sejarah falafel tidak bisa dipastikan dengan pasti, namun makanan ini diyakini berasal dari wilayah Timur Tengah, khususnya Mesir atau Levant. Falafel telah menjadi makanan populer di seluruh kawasan Timur Tengah selama berabad-abad.

Awalnya, falafel dibuat dari kacang fava atau kacang Arab yang dihancurkan dan dicampur dengan bawang putih, jintan, koriander, dan bahan-bahan lainnya. Adonan kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan digoreng dalam minyak panas.

Falafel menjadi populer karena mudah dibuat, murah, dan lezat. Makanan ini juga menjadi favorit di kalangan vegetarian dan vegan karena kacang-kacangan adalah sumber protein nabati yang baik. Dalam perkembangannya, falafel kini telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi salah satu makanan favorit di restoran-restoran Timur Tengah.

Variasi Falafel

Falafel memiliki berbagai variasi tergantung pada negara atau daerah asalnya. Beberapa variasi falafel yang terkenal antara lain:

Falafel Mesir – Falafel Mesir terbuat dari kacang fava yang pagcor slot dihancurkan dan dicampur dengan bawang putih, peterseli, dan koriander. Falafel Mesir biasanya disajikan dengan roti pita, salad, dan saus tehina.

Falafel Libanon – Falafel Libanon terbuat dari kacang Arab yang dihancurkan dan dicampur dengan bawang putih, jintan, koriander, dan parsley. Falafel Libanon biasanya disajikan dengan roti pita, sayuran segar, dan saus pedas.

Falafel Israel – Falafel Israel terbuat dari kacang Arab yang dihancurkan dan dicampur dengan bawang putih, peterseli, koriander, dan jelai. Falafel Israel biasanya disajikan dengan roti pita, salad, dan saus tehina.

Selain itu, ada juga variasi falafel yang menggunakan kacang-kacangan lain seperti kacang polong atau kacang merah. Beberapa restoran juga menciptakan variasi baru dengan menambahkan bahan-bahan tambahan seperti keju feta, wortel, atau labu. Namun, bumbu-bumbu dasar seperti bawang putih, jintan, koriander, dan parsley tetap menjadi bahan utama dalam pembuatan falafel, dan menjadikannya sebagai makanan yang lezat dan khas dari Timur Tengah.

Baca Juga : Hummus, Hidangan Khas Timur Tengah yang Kaya Akan Nutrisi

Kandungan Gizi Falafel

Falafel terbuat dari bahan-bahan yang sehat seperti kacang-kacangan dan bumbu-bumbu yang mengandung nutrisi penting. Berikut adalah beberapa kandungan gizi falafel dalam satu porsi (sekitar 5-6 buah bola kecil falafel):

Kalori: sekitar 300-400 kalori, tergantung pada ukuran dan cara penggorengan.

Protein: kacang-kacangan yang menjadi bahan utama falafel mengandung protein nabati yang baik untuk kesehatan tubuh.

Serat: kacang-kacangan dan sayuran yang biasanya disajikan bersama falafel juga mengandung serat yang penting untuk pencernaan.

Vitamin dan mineral: falafel mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti zat besi, magnesium, dan vitamin C, tergantung pada bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan.

Namun, perlu diingat bahwa falafel biasanya digoreng dalam minyak panas, sehingga kandungan kalori dan lemak jenuhnya cukup tinggi. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi falafel dengan porsi yang moderat dan dipadukan dengan sayuran segar dan saus yang sehat.

Cara membuat falafel

Berikut adalah cara membuat falafel yang sederhana:

Bahan-bahan:

  • 1 1/2 cangkir kacang arab yang direndam semalam
  • 1/2 cangkir bawang bombay cincang
  • 1/2 cangkir daun peterseli segar, cincang halus
  • 1/4 cangkir daun koriander segar, cincang halus
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 sendok teh jintan bubuk
  • 2 sendok teh bubuk paprika
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica hitam
  • 1/4 sendok teh baking soda
  • 2-3 sendok makan tepung terigu
  • Minyak goreng

Cara membuat:

  1. Tiriskan kacang Arab yang telah direndam semalam, dan cuci dengan air dingin. Letakkan kacang Arab dalam blender atau food processor, lalu hancurkan hingga halus.
  2. Pindahkan kacang Arab yang sudah dihancurkan ke dalam mangkuk besar. Tambahkan bawang bombay, peterseli, koriander, bawang putih, jintan, paprika, garam, merica hitam, dan baking soda. Aduk rata dengan menggunakan sendok kayu atau spatula.
  3. Tambahkan tepung terigu sedikit-sedikit hingga adonan menjadi kalis. Diamkan selama 10-15 menit agar tepung terigu meresap ke dalam adonan.
  4. Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil seukuran bola pingpong.
  5. Panaskan minyak goreng dalam wajan atau penggorengan dengan api sedang-tinggi. Goreng bola-bola falafel hingga kecoklatan, sekitar 2-3 menit di setiap sisi. Angkat dan tiriskan pada kertas minyak atau tisu dapur untuk menghilangkan kelebihan minyak.
  6. Sajikan falafel dengan roti pita, sayuran segar seperti tomat, timun, atau selada, dan saus tehina atau saus pedas.

Itulah pembahasan tentang falafel, makanan tradisional Timur Tengah yang terbuat dari kacang-kacangan yang dihaluskan dan diaduk dengan bumbu-bumbu dan rempah-rempah. Falafel memiliki sejarah yang panjang dan menjadi makanan favorit di seluruh dunia karena murah, mudah dibuat, dan lezat.

Falafel juga menjadi pilihan makanan yang sehat untuk vegetarian dan vegan karena kacang-kacangan adalah sumber protein nabati yang baik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda dan membantu memperluas pengetahuan tentang makanan-makanan khas dari berbagai belahan dunia.