Martabak Piring

Martabak Piring Murni, Kuliner Unik dari Medan

Medan – Sebagai kota yang dikenal dengan kekayaan budaya dan kulinernya, Medan memiliki banyak sajian unik dan legendaris yang membuat setiap pengunjung terpesona.
Salah satu kuliner unik yang tak boleh dilewatkan adalah Martabak Piring Murni, kuliner legendaris yang terus memanjakan selera orang Medan dan wisatawan.

Jika biasanya detikers menikmati martabak yang dimasak di teflon atau loyang aluminium dan menggunakan kompor, maka berbeda dengan martabak yang satu ini. Detikers dapat menikmatinya di martabak piring murni, sesuai dengan namanya, martabak ini dimasak di piring kaleng dengan menggunakan arang.

Murniyati, generasi kedua yang menjalankan usaha martabak piring ini mengatakan bahwa keunikan martabak ini terletak pada cita rasa dan cara memasaknya. Martabak ini dimasak dengan cara tradisional menggunakan arang dan piring kaleng klasik, sehingga wangi yang dihasilkan sangat khas dan harum.

“Salah satu ciri khas kami yang pertama tadi pake piring, yang kedua itu untuk masak pake arang itu kan udah jarang gitu dan kami sampai sekarang tetap pake arang, bukan yang mirip dengan arang ya. Karena kan arang wanginya itu beda,” ujarnya kepada detikSumut, Kamis (9/10/2023).

Proses memasak dengan arang menjadikan slot gacor 777 Murni memiliki aroma yang menggoda dan lapisan luar yang gurih. Piring kaleng yang digunakan untuk memasak memastikan suhu tetap stabil, sehingga martabak matang dengan sempurna dan terasa renyah.

Ia juga menjelaskan bahwa martabak piring ini dibuat dengan bahan-bahan yang berkualitas tinggi sehingga menghasilkan cita rasa yang menggugah selera. Martabak ini juga diklaimnya memiliki kualitas rasa nomor satu di Kota Medan.

“Kami kualitas rasa nomor satu, karena yang kami pakai merek-merek berkualitas semua,” katanya.

Selain cita rasanya yang khas, ternyata bahan-bahan dalam pembuatan martabak ini dilakukan secara manual lho detikers. Semua takaran yang dibuat menggunakan takaran tangan.

“Bapak kami itu kalau ditanya resepnya semuanya pakai takaran tangan. Nggak ada ukuran per sendok, per ons begitu, nggak ada gitu. Jadi kalau untuk pun saya ditanya spesialnya itu di mana, ya di situ begitu,” tuturnya.