Makanan Khas Vietnam yang Terkenal dan Memanjakan Lidah, Patut Dicoba

Tak dapat dipungkiri, kini makanan khas Vietnam kian merebak di Nusantara. Banyak yang mulai membuka restoran dengan menu khas negeri beribukota Hanoi ini, di beberapa kota besar.

Lantaran masakan dari negara ini terkenal sehat. Biasanya dibuat dari sayuran segar yang dimasak dengan rempah-rempah dan sedikit minyak. Sehingga wajar bila banyak diminati.

Sebagai negara bekas jajahan Perancis, alih-alih menyerap seutuhnya. Namun tak sedikit makanan khas Vietnam yang mengalami adaptasi dan kreasi. Sehingga kekayaan kulinernya, melahirkan perpaduan timur dan barat.

Berikut beberapa makanan khas Vietnam yang terkenal dan memanjakan lidah.

1. Com tam

Beras bermutu rendah dan kerap disisihkan bisa disulap menjadi sajian menggiurkan, yakni Com Tam. Com artinya ‘nasi’, sedangkan tam dalam bahasa Vietnam berarti ‘beras patah’.

Kualitas beras yang dianggap rendah. Lantaran bentuknya yang pecah dalam spaceman slot proses penggilingan. Biasanya beras ini tersisihkan dan dijual murah. Tentu saja diburu oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Seiring waktu, com tam tercatat sebagai tradisi kuliner Vietnam. Hidangan satu ini banyak dijumpai di Vietnam Selatan. Biasanya disajikan dengan beragam lauk dan sayur, layaknya nasi campur di Indonesia.

Com tam banyak dijumpai di kedai-kedai kaki lima. Banyak yang suka menambahkan suon nuong, olahan daging babi khas Vietnam. Serta telur goreng dan sayuran yang diolah jadi acar atau dimasak seperti kimchi alaKorea. Wajar bila ini menjadi makanan khas Vietnam yang digemari.

Kepopuleran com tam yang kian menanjak. Membuatnya menjadi menu andalan di beberapa restoran berbintang. Meski nutrisi dan seratnya relatif rendah daripada beras biasa, com tam diklaim mampu menyerap lebih baik. Dari rasa masakan yang dituangkan di atasnya.

2. Pho

Makanan khas Vietnam selanjutnya tak kalah populernya. Pho merupakan jenis mie yang disiram dengan kuah kaldu sapi bening. Lalu diberi toping irisan daging sapi tipis. Semakin lezat dengan sensasi aroma irisan jeruk nipis dan taburan daun ketumbar.

Makanan khas Vietnam ini berasal dari Hanoi dan menyebar ke selatan, hingga banyak dijajakan di restoran mewah di berbagai negara.

Baca Juga : Memasak dan Mencicipi “Lok Lak”, Sapi Kecap ala Kamboja

Mie yang digunakan dalam mengolah pho, terbuat dari tepung beras. Disajikan bersama tauge, diletakkan dalam mangkuk. Bila menggunakan irisan daging sapi mentah, siraman kuah panas membuat irisan daging sedikit matang. Pho sudah ada sebelum masa penjajahan Perancis di Vietnam.

3. Goi cuon

Makanan khas Vietnam berikutnya, semacam lumpia dengan kulit transparan, yaitu goi cuon. Gulungan kertas atau banh trang yang terbuat dari tepung beras. Isiannya terdiri dari sayuran segar dan potongan daging atau makanan laut. Sebagai pelengkap biasanya disediakan saus ikan.

Hidangan tradisional ini memiliki nama lain, seperti lumpia Vietnam, lumpia musim panas, atau lumpia salad. Goi cuon menjadihidangan pembuka yang sangat populer di kalangan restoran Vietnam.

Lebih nikmat disajikan dalam keadaan segar dalam suhu ruangan atau didinginkan terlebih dahulu. Tanpa proses penggorengan atau dimasak bagian luarnya.

4. Banh xeo

Makanan khas Vietnam dengan cita rasa gurih yang menggiurkan ialah banh xeo. Sekilas bentuknya menyerupai crepe, dengan tekstur renyah yang diisi dengan daging babi, udang, dan kecambah.

Dalam penyajiannya disertakan pula beberapa lembar lalapan daun, seperti selada, mint, atau basil.

5. Nom hoa chuoi

Makanan yang kerap disebut salad khas Vietnam, yakni nom boa chuoi. Bahan dasarnya ialah bunga pisang. Selain itu ditambahkan pula potongan pepaya hijau, wortel, dan suwiran ayam.

Selanjutnya disajikan dengan dituangi saus ikan dan taburan kacang. Semakin terlihat cantik dengan menjadikan kulit jantung pisang, sebagai pengganti piring saat penyajiannya.

6. Ga nuong

Orang Indonesia banyak mengenal ga nuong sebagai spicy chicken ala Vietnam. Ga nuong sa dibuat dari ayam panggang dengan serai. Bumbu utamanya seperti bawang putih, bawang merah, madu, gula dan merica. Seiring kepopulerannya, mulai banyak yang menggunakan daging sapi sebagai variasi.