berita menggemparkan dunia

7 Peristiwa yang Paling Menggemparkan Dunia selama Dekade 2010-an

Peristiwa yang Paling Menggemparkan Dunia selama Dekade 2010-an

Dekade 2010 udah berakhir, lembaran baru pun di mulai lagi. Momen perayaan th. baru terhadap 1 Januari lalu menandai bermulanya th. 2020 sekaligus dekade 2020-an. Namun mengingat banyak perihal mutlak yang berjalan sepanjang satu dekade sebelumnya, tidak lengkap rasanya kecuali kami tidak melakukan kilas balik di jaman transisi ini.

Daftar di bawah ini akan mengkaji peristiwa-peristiwa yang paling penting dalam 10 th. terakhir. Tanpa perlu menunggu lebih lama lagi, tersebut 7 moment yang paling menggemparkan dunia sepanjang dekade 2010-an.

1. Kebocoran minyak Deepwater Horizon

Pada 20 April 2010, dunia mengalami salah satu bencana lingkungan terburuk dalam sejarah. Anjungan minyak Deepwater Horizon terbakar selama lebih dari 24 jam sebelum akhirnya tenggelam ke Teluk Meksiko, meninggalkan sumur minyak yang terbuka dan “memuntahkan” 8.000 barel minyak mentah per harinya.

Peristiwa ini adalah awal yang menakutkan untuk memulai dekade 2010-an. Tidak ada alarm yang berbunyi untuk memperingatkan 126 pria di anjungan saat peristiwa ini terjadi, karena mereka telah mematikannya. Alarm tersebut sudah mati selama lebih dari https://thedependentartfair.info/ setahun pada saat ledakan terjadi, tapi itu bukan satu-satunya blunder yang mereka lakukan.

Melansir dari laman Britannica, di hari ketika kecelakaan ini terjadi, eksekutif BP berpidato tentang pentingnya keselamatan. Setelahnya, ia memerintahkan mekanik kepala anjungan Deepwater untuk mengganti lumpur berat yang sering mereka gunakan untuk menjaga tekanan sumur dengan air laut untuk mempercepat proses pengeboran.

Dua jam setelah para eksekutif pergi, tekanan di bor itu menumpuk dan membakar bor. 4,9 juta barel minyak merembes ke laut sebelum bor itu berhasil diperbaiki. Sampai hari ini, mereka belum membersihkan semua kekacauan yang terjadi pada satu dekade lampau tersebut.

2. Kematian Osama Bin Laden

Pada 2 Mei 2011, pasukan Amerika membunuh teroris yang paling dicari di dunia, Osama bin Laden di rumahnya. Serangan yang terjadi di sebuah kompleks di Abbottabad, Pakistan, tersebut hanya berlangsung selama 40 menit. Operasi yang dilakukan oleh SEAL Team Six ini membutuhkan perencanaan bertahun-tahun dan dianggap sebagai misi “tanpa cacat.”

Kematian Osama terjadi hampir satu dekade setelah serangan 9/11 yang diatur oleh Al-Qaeda. Berdasarkan dokumen dari History, kelompok teroris tersebut bertanggung jawab atas empat serangan terkoordinasi di Manhattan, New York; Arlington County, Virginia; dan Stonycreek Township dekat Shanksville, Pennsylvania, yang mengakibatkan kematian 2.977 orang.

Semua ini bermula pada tahun 2010, ketika intelijen Amerika berhasil menemukan Osama setelah mendapatkan informasi di sekitar kompleks itu. Presiden Barack Obama pun langsung mengotorisasi Operasi “Tombak Neptunus,” dan SEAL Team Six mempraktikkan operasi ini menggunakan sebuah replika seukuran kompleks tempat Osama ditemukan.

Misi itu hampir dibatalkan ketika salah satu helikopter siluman Black Hawk jatuh sebelum tiba di kompleks tersebut, walau secara ajaib tidak ada yang terluka selama kecelakaan. Begitu Navy SEAL menemukan Osama di lantai tiga rumahnya, mereka langsung menembak kepalanya.

Jenazah bin Laden kemudian dimasukkan ke dalam kantong mayat, dan helikopter pendukung mengambil anggota tim yang tersisa. Presiden Obama berbicara kepada bangsa Amerika dan mengumumkan kematian bin Laden di hari yang sama.

Tubuh bin Laden dimakamkan di laut dalam waktu 24 jam setelah operasi tersebut untuk mematuhi hukum Islam. Satu hari berikutnya, tes DNA mengonfirmasi bahwa jasad itu adalah tubuh pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden.

3. Rusia “mencaplok” Crimea dari Ukraina

Banyak yang terjadi pada tahun 2014, termasuk wabah Ebola yang menyebar secara global dan deklarasi kekhalifahan ISIS. Namun, headline terbesar di tahun ini muncul ketika Rusia mencaplok sebagian kecil wilayah Ukraina di Crimea.

Pencaplokan pada bulan Maret 2014 itu memicu kemarahan dunia, dan pembicaraan tentang Perang Dingin baru muncul setelahnya. Dalam waktu singkat, Rusia di-boot dari G-8, dan Amerika Serikat memberlakukan sanksi ekonomi selama beberapa waktu kepada Negeri Beruang Merah tersebut.

Seperti yang dilansir dari laman The Sun, masyarakat Crimea memang tidak terlalu senang dengan pencaplokan tersebut. Perang partisan di perbatasan Rusia pun segera terjadi, dan konflik itu tetap berlangsung sampai akhir dekade 2010-an.

Aneksasi tersebut menandai pertama kalinya sebuah negara Eropa merebut tanah negara lain sejak akhir Perang Dunia II. Bahkan Kiev merespons dengan menyatakan penolakan untuk mengakui aneksasi Rusia atas wilayah Crimea.

Aneksasi tersebut memiliki dampak lebih lanjut pada hubungan antar dunia barat, bahkan menyebabkan peristiwa yang memicu pemakzulan Presiden Amerika, Donald Trump. Lebih penting lagi, konflik yang terjadi di Ukraina timur tersebut telah menghasilkan perang proksi antara militer Rusia dan pasukan Ukrania yang didukung oleh negara-negara barat.

Konflik yang terjadi kemudian merenggut lebih dari 10.000 nyawa dan mengakibatkan migrasi sekitar 1,5 juta orang. Hingga saat ini, Rusia membantah keterlibatan mereka di Crimea, walau pasukan mereka (yang dengan mudah diidentifikasi) terlihat masih aktif di wilayah tersebut.

4. Serangan terorisme di kota Paris

Jika ada satu wilayah yang mendominasi berita utama sepanjang tahun 2015, itu adalah Timur Tengah. Dengan Perang Suriah dan ISIS yang terus meneror wilayah tersebut, Eropa dipaksa untuk mengatasi krisis pengungsi yang terus berdatangan dari Irak dan Suriah. Semua berjalan lancar pada awalnya, sampai teroris melancarkan serangan mereka ke Eropa.

Yang terbesar adalah Serangan Paris pada bulan November 2015, ketika sekelompok teroris yang bersumpah setia kepada ISIS melakukan serangkaian serangan yang direncanakan ke jantung dunia Barat.

Serangan brutal ini menewaskan 130 orang, dan berhasil membawa kengerian perang ke dunia Barat. Serangan itu bukanlah teror pertama yang terjadi di sebuah kota, walau sejauh ini menjadi yang paling mematikan.

ISIS mungkin sudah dikalahkan sekarang, tetapi Serangan Paris, bagaimanapun, telah mengubah opini publik tentang pengungsi dari Timur Tengah.

Opini publik Eropa tentang pengungsi — terutama di Prancis — berubah secara drastis setelah serangan itu. Mengutip dari CNN, banyak negara Eropa yang memberlakukan undang-undang khusus yang membatasi atau melarang masuknya pengungsi dari Timur Tengah setelah peristiwa ini.

Karena peristiwa ini, partai-partai sayap kanan mendominasi kotak suara di seluruh Eropa, mengklaim lebih banyak suara dan kursi parlemen dari sebelumnya. Perdebatan tentang kebijakan imigrasi ini telah menyebabkan beberapa peristiwa penting lainnya, seperti Brexit, dan terus menjadi pembicaraan politik yang penting sampai akhir tahun 2019.

5. Donald J. Trump memenangkan pemilu dan menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat

Di saat Donald J. Trump diumumkan sebagai pemenang pemilihan umum Amerika di tahun 2016, sorak-sorai kegembiraan sekaligus ketidakpercayaan muncul. Melansir dari laman New York Times, Donald Trump memenangkan Electoral College dengan 304 suara, sedangkan Hillary Clinton hanya mendapat 227 suara.

Di hari yang sama, puluhan ribu pengunjuk rasa yang kecewa mulai memenuhi Central Park West dan memprotes Trump karena berbagai alasan. Alasan tersebut beragam, mulai dari hak transgender, hak gay, hak perempuan, dan lainnya.

Tetapi dalam waktu tiga puluh menit, pihak keamanan mulai muncul, dan dengan cara yang sangat terkoordinasi mereka berhasil mengumpulkan para pendemo anti-Trump ini.

Peristiwa ini adalah salah satu momen yang paling menentukan di dekade 2010-an, yang akan memicu serentetan peristiwa penting lainnya. Bahkan Michael Moore menyebut pemilu di tahun 2016 tersebut sebagai “fuck-you moment” terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah manusia.

6. Royal Wedding Pangeran Harry dan Meghan Markle

Dekade 2010-an memang menjadi saksi dari beberapa pernikahan kerajaan (termasuk pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton), tetapi hari di mana Pangeran Harry dan Meghan Markle menikah sangatlah berbeda. Pada saat itu, mereka berhasil mematahkan batasan tradisi, kelas, ras, dan prasangka publik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mereka berkenalan pada Juli 2016, butuh setahun, tepatnya pada November 2017, bagi Harry untuk melamar Meghan. Mereka menikah di tahun berikutnya, pada 19 Mei 2018 di Windsor Castle dan menjadi Duke dan Duchess of Sussex.

Pernikahan itu memutuskan beberapa tradisi, misalnya saja Harry diizinkan untuk memelihara janggut sambil tetap mengenakan seragam militernya di hari pernikahannya. Ada juga kursi kosong di sebelah Pangeran William, yang dipersembahkan untuk almarhum ibunya, Putri Diana, di pesta pernikahan mereka.

7. Pemilu Inggris dan Brexit

Kembali ke awal September 2019, New York Times menerbitkan sebuah artikel yang mempertanyakan sistem Parlemen Inggris yang kebal dari gelombang politik populis di Eropa. Lagipula, pemerintahan minoritas Boris Johnson yang saat itu menjadi petahana tidak mampu mendapatkan legislasi Brexit melalui parlemen moderat.

Saat itulah, jajak pendapat BBC keluar dan memperkirakan kalau Partai Konservatif akan lengser di pemilu selanjutnya. Ternyata, populisme Boris Johnson belum ditolak 100% oleh Inggris, karena para voters di Britania Raya (selain Skotlandia) telah memilihnya.

Dengan dukungan mayoritas yang berhasil diperkuatnya, Boris sekarang akan mencegah kejadian-kejadian aneh (seperti pecahnya perang nuklir, misalnya), dan secara resmi akan mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Januari 2019.

Apakah Brexit adalah hal yang baik atau buruk tergantung pada sudut pandang masing-masing, walau tetap ada konsekuensi lebih lanjut dari peristiwa ini.

Setelah Partai Nasional mendominasi di Skotlandia, muncul sebuah referendum kemerdekaan Skotlandia lainnya. Dengan kemungkinan kalau Boris menolak upaya Skotlandia untuk Scexit, dipastikan kalau wilayah utara Britania tersebut belum bisa menjadi “Catalonia” baru dalam waktu dekat.

Nah, itu tadi 7 peristiwa yang paling menggemparkan dunia selama dekade 2010-an. Jadi, apakah Bitania Raya akan pecah di kemudian hari? Tidak ada yang tahu, mungkin butuh sepuluh tahun lagi untuk menjawabnya.